Film 'Sandeq' Promosikan 14 Warisan Budaya Tak Benda Sulbar
--
Sulbar.Disway.id - Kekayaan budaya Sulawesi Barat (Sulbar) kini merambah media baru sebagai sarana pelestarian identitas daerah. Melalui kolaborasi strategis antara komunitas lokal Beogili, Balai Media Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, dan Indonesia Nativi, sebuah film fiksi berjudul "Sandeq" tengah diproduksi untuk mempromosikan 14 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) secara sekaligus.
Produser film, Muhammad Irfan Ulman, menyatakan bahwa penggarapan film ini merupakan amanah besar untuk membawa kekayaan lokal ke kancah nasional.
"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dari Kementerian Kebudayaan. Dalam film fiksi ini, kami meramu 14 warisan budaya, seperti Sandeq, Pupu, hingga Jepa, agar lebih dikenal luas oleh masyarakat," ungkap Irfan dalam wawancara pada Minggu (28/12/2025).
Salah satu poin penting yang diangkat dalam film ini adalah Jepa, kuliner khas Mandar. Irfan menjelaskan bahwa kehadiran Jepa dalam alur cerita bukan sekadar tempelan, melainkan untuk memperlihatkan kedekatan emosional masyarakat pesisir dengan tradisi mereka.
"Saat ini Jepa sedang dalam proses nominasi sebagai warisan dunia oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 18. Melalui film ini, kami ingin mendukung proses tersebut dengan menyajikan visualisasi budaya yang mendalam," tambahnya.
Senada dengan produser, penulis naskah film, Kaffi, menegaskan bahwa seluruh elemen WBTB Sulawesi Barat telah disisipkan secara organik ke dalam alur cerita. Penggunaan media film fiksi dianggap sebagai cara efektif agar nilai-nilai tradisi bisa diterima oleh generasi muda.
"Sandeq bukan hanya properti, tapi ikon terbesar dalam film ini. Kami mengemasnya dalam balutan drama dan aksi agar pesan pelestarian budayanya tersampaikan dengan cara yang menarik," jelas Kaffi.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pemantik bagi komunitas kreatif lainnya di Sulawesi Barat untuk terus mengeksplorasi kekayaan budaya lokal melalui karya seni modern.
Sumber: