Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulbar Perpanjang Pos Siaga Darurat
--
Sulbar.Disway.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat memperpanjang aktivasi pos siaga darurat menyusul masih tingginya potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Sulbar hingga beberapa bulan ke depan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulbar dalam wawancaranya seusai dialog bersama RRI Mamuju, Jumat (2/1/2026). Dirinya menjelaskan, selama masa posko siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah kejadian bencana sempat terjadi, khususnya banjir di wilayah Kota Mamuju dan longsor di Kabupaten Mamasa meski tidak berskala besar.
"Terkait dengan laporan kebencanaan posko selama Nataru memang ada beberapa kejadian yang terjadi. Ada beberapa banjir baik di dalam Kota Mamuju, namun secara skala tidak terlalu masif. Kemudian ada beberapa titik longsor di Kabupaten Mamasa. Alhamdulillah selama posko itu tidak ada hal-hal yang secara intensitas maupun skalanya signifikan besar," jelasnya.
Swandy juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menyusul edaran dari BMKG yang memperkirakan fase hidrometeorologi yang masih akan terjadi sampai bulan maret mendatang.
"Untuk sementara terkait hal yang sudah diedarkan ataupun diperkirakan oleh BMKG, fase hidrometeorologi kita ini sampai bulan Maret, dengan puncaknya di akhir Januari dan pertengahan Februari. Intensitas hujan kita dari 91 persen itu bisa sampai dengan 100 persen pada pertengahan Februari nanti," ungkapnya.
Seiring dengan kondisi tersebut, BPBD Sulbar berencana untuk mengaktifkan kembali pos siaga darurat yang akan dilanjutkan pada awal tahun 2026 dengan melibatkan berbagai sektor terkait.
"Untuk fase pertama itu kita aktivasi dari bulan November sampai dengan 31 Desember. Namun kemungkinan di Januari sampai dengan Maret ini kita aktivasi kembali pos-pos siaga darurat untuk multisektor," pungkasnya.
BPBD Sulbar mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila terjadi kondisi darurat bencana.
Sumber: